Flight Review : Garuda Indonesia Business Class Jakarta ( CGK ) – Semarang ( SRG)

Mungkin kalian yang sedang membuka Instagramku , menyadari kalau aku sedang berada di kota lumpia alias Semarang. Yup, aku berada di kota ini untuk kulineran dan jalan-jalan. Banyak banget tempat yang ingin aku kunjungi. Mulai dari tempat makan legendaris seperti Toko Oen, hingga tempat makan yang kekinian. Pokoknya benar-benar makan sampai kenyang!

Perjalananku menuju Semarang diawali dengan sebuah penerbangan. Berawal dari Soekarno Hatta International Airport yang terletak di Cengkareng dekat Jakarta, menuju Ahmad Yani International Airport yang berlokasi di Semarang dengan menggunakan kelas bisnis dari Garuda Indonesia Airlines. Keinginanku menggunakan kelas bisnis di perjalanan ini , untuk  memenuhi rasa penasaranku akan Garuda Indonesia Experience pada penerbangan di bawah satu jam.

DSCF4632

DSCF4542

DSCF4545

Untuk perjalanan ini memakan biaya yang tidak sedikit. Hampir 1,8 juta untuk satu kali terbang saja ( One Way ) ! Bandingkan dengan harga tiket ekonomi Garuda Indonesia yang seharga 700.000 an sekali terbang . Harga tiket kelas bisnis 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelas ekonomi.

Mahal ini tentu bukan tanpa alasan. Kenyamanan  dan pelayanan yang prima lah yang membuat harga tiket bisnis lebih mahal dibandingkan tiket ekonomi.

Kenyamanan dan pelayanan yang prima inilah yang aku rasakan sejak aku check-in  di konter bisnis Bandara Internasional Sukarno Hatta.  Pada zaman dahulu, Konter kelas bisnis dan ekonomi terletak di area yang sama, di depan area  security check  pertama. Yang membedakan adalah jalur antriannya.

DSCF4546

Namun saat ini,  lokasi check in untuk kelas bisnis dan kelas ekonomi berbeda. Tidak hanya itu, fasilitasnya pun sangat berbeda. Area check in kelas bisnis memiliki tempat duduk. Sehingga aku pun dapat duduk dengan nyaman sambil menunggu antrian, walaupun antrian check in di konter ini hanya satu orang, dan itupun sangat cepat.

 

DSCF4548

DSCF4552

Setelah checkin, akupun segera menuju Garuda Executive Lounge yang letaknya tidak jauh dari konter checkin kelas bisnis. Cukup dengan menunjukan boarding pass kelas bisnis, aku pun dapat masuk ke lounge ini.

DSCF4553

Ada apa saja sih di dalam lounge ini? Selain sofa-sofa yang empuk  dan disertai colokan listrik di setiap kursi sofa, lounge ini dilengkap dengan toilet, shower room, mushola, smooking room,dan buffet dining area.  Lengkap banget deh!

DSCF4611

DSCF4612

 

 

DSCF4624

Semua makanan dan minuman yang disajikan adalah makanan Indonesia. Kali ini makanan yang disajikan adalah sayur nangka kacang panjang, gulai ayam,  nasi liwet, bubur, dan berbagai pilihan kue. Sedangkan untuk minuman, Garuda Indonesia menyediakan minuman berkarbonasi, teh dilmah, kopi, jus apel, jus jeruk, dan air mineral.

DSCF4559

DSCF4623

DSCF4555

DSCF4557

DSCF4558

DSCF4563

DSCF4564

DSCF4565

DSCF4575

DSCF4574

DSCF4560

 

Orang Indonesia biasanya setelah makan langsung ke toilet. Sekalian ke toilet , aku juga mengecek toilet dan shower roomnya. Bersih dan kering. Selalu dibersihkan setelah kita menggunakannnya. Sangat kontras jika dibandingkan dengan toilet lain di luar lounge ini.

 

 

DSCF4595

 

DSCF4599

Puas bersantai dan menikmati makanan,  Aku pun segera mengambil tas dan menuju security check ke dua. Antrian security check ini dibedakan.  Untuk kelas bisnis , first class ,  pemegang kartu GFF Platinum dapat menggunakan antrian khusus dengan karpet merah. Lebih cepat dibandingkan dengan antrian security check  reguler.

Lepas dari security check,  aku pun bergegas menuju pintu F5.

Lagi-lagi antrian pengecekan tiket dibedakan antara kelas ekonomi dan kelas bisnis. Sehingga tidak perlu waktu lama untuk pengecekan tiket.

DSCF4635

Kali ini aku menggunakan pesawat tipe Boeing 737-800 dengan Sky Interior di dalamnya. Pesawat ini termasuk salah satu pesawat baru yang digunakan oleh Garuda Indonesia. Fitur SKy Interior ini memperbolehkan pramugari untuk merubah warna lampu sesuai dengan kebutuhan

DSCF4637

 

DSCF4678

Setelah semua penumpang duduk, aku pun ditawari welcome drink : jus apel , jus jeruk , dan air mineral. Pilihanku jatuh kepada jus apel. Satu hal yang aku suka dari pelayanan kelas bisnis Garuda Indonesia  adalah mereka selalu menyebut nama penumpang sebelum menawarkan sesuatu.

DSCF4647

Tidak hanya itu, pramugari pun membagikan handuk hangat.

DSCF4652

Beberapa saat kemudian, pesawat pun push-back  dan take off  menuju Semarang. Perjalanan menuju semarang hanya memakan waktu 50 menit saja. Sangat cepat bukan?

Hal yang paling ditunggu ketika terbang adalah makanan! Lepas dari enak atau tidak enaknya makanan itu. Untuk penerbangan kali ini, Garuda Indonesia hanya menyediakan satu jenis makanan saja , yaitu bihun goreng dengan ayam.

DSCF4666

Secara rasa, bihun ini agak sedikit terlalu asin, namun potongan ayam begitu lembut , tidak overcooked .  Rasa makanan dipesawat akan berubah tergantung ketinggian pesawat. Hal ini disebabkan berkurangnya kepekaan indra perasa kita yang berkurang ketika berada di ketinggian yang cukup tinggi.

Porsi yang disajikan juga pas, tidak terlalu besar maupun kecil. Piring yang disajikan menggunakan keraik, dan sendok garpu yang menggunakan stainless steel. Untuk minuman, Garuda Indonesia memberikan air putih , dan minuman hangat berupa teh.

Selain menikmati makanan, aku pun menikmati fasilitas hiburan yang disediakan. Kali ini aku mendengarkan lagu Maliq and d Essential, salah satu band favoritku.

DSCF4654

Headset yang digunakan untuk kelas bisnis menggunakan teknologi noise canceling. sehingga suara jet tidak terlalu terdengar keras.

DSCF4669

Tidak terasa hampir pesawat  mulai melambat dan descend .  Lambat laun  pesawat pun  mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penerbangan kali ini tepat waktu.

DSCF4668

Setelah berhenti dengan sempurna, aku pun segera turun dari pesawat. Yang bikin aku senang dan pecinta pesawat lain juga senang, Bandara ini tidak punya garabarata, sehingga aku bisa puas memotret pesawat yang ada di apron.

DSCF4686

DSCF4691

Ukuran bandara yang kecil membuat pengambilan begasi begitu cepat. Begasi untuk kelas bisnis dapat diambil langsung di conveyor belt atau di konter pengambilan begasi khusus kelas bisnis.

DSCF4693

Overall aku cukup puas dengan penerbangan Garuda Indonesia kelas bisnis. Ada beberapa faktor yang aku suka seperti penyebutan nama sebelum melayani penumpang dan disediakannya makanan berat untuk penerbangan dibawah satu jam.

 

 

 

 

 

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *